Selasa, 26 April 2016
PAK_[AB_39_07]_[Kelompok_7]_[Tugas_Besar]_[Sampah_Online]
19.52
No comments
Pengertian E-Business
dan E-Commerce
E-Business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara
otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-Business memungkinkan suatu perusahaan
untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih
efisien dan fleksibel. E-Business
juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis
perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara
lebih baik.
E-Business
berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain:
pembelian secara elektronik (electronic
purchasing), manajemen rantai suplai (supply
chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan
kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-Business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu
perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet
atau kombinasi di antaranya.
E-Commerce adalah kegiatan komersial dengan penyebaran, pembelian,
penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet
atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-Commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran
data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan
data otomatis.
Kegiatan E-Commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (E-Business) yang berkaitan dengan
transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), E-pemasaran (E-Marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi
online (online transaction processing),
pertukaran data elektronik (electronic
data interchange /EDI), dll.
Ikon Kota Surabaya
05.03
No comments
Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Surabaya hadir dengan banyak tujuan wisata. Selayaknya Jakarta yang memiliki banyak ikon wisata seperti Monas, TMII, dan Kota Tua, Surabaya juga memiliki beberapa ikon wisata yang wajib dikunjungi.
Berikut beberapa ikon wisata Kota Pahlawan yang bisa anda jelajahi:
Jembatan Merah
Jembatan ini dibangun pada masa kolonial atas kesepakatan antara VOC dan Sultan Pakubuwono II. Jembatan merah merupakan saksi bisu perjuangan para pahlawan Surabaya. Di sekitarnya terdapat jalan-jalan kecil yang dihuni bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial. Mengunjungi Jembatan Merah akan menjadi wisata sejarah yang seru.
Jembatan Suramadu
Jembatan suramadu juga disebut sebagai ikon wisata surabaya. Sebelumnya hanya ada Jembatan Ampera yang berdiri megah di Kota Palembang. Namun kini Surabaya juga memiliki jembatan megah yang membentang dari Kota Surabaya hingga Madura bernama Jembatan Suramadu. Jembatan ini diresmikan pada tahun 2009 dan disebut-sebut sebagai jembatan terpanjang di Indonesia. Dari Jembatan Suramadu, kita bisa menyaksikan pemandangan indah Selat Madura. Untuk melewati jembatan ini, pengendara mobil dan motor dikenakan tarif yang berbeda. Jembatan Suramadu kini menjadi salah satu ikon Surabaya.
Ciputra Waterpark
Ikon surabaya, Arena permainan air Ciputra Waterpark Surabaya merupakan yang terbesar di Indonesia. Dengan luasnya yang mencapai 5 Ha, pengunjung akan terbuai dengan keasyikan menikmati tiga wahana favorit seperti Roc Tower, Syracuse Beach, dan Sirens River. Di Roc Tower, pengunjung bisa merasakan asyiknya meluncur dari ketinggian 15 meter dengan teriakan lepas dan gembira. Di Sirens River, pengunjung bisa merasakan asyiknya mengarungi sungai buatan dengan ban.
Masjid Cheng Hoo
Laksmana Cheng Hoo, seorang Muslim Tionghoa meninggalkan jejaknya di Masjid Cheng Ho yang tersebar di Palembang, Surabaya, dan Pasuruan. Masjid Cheng Hoo di Surabaya berasitektur Arab, Tionghoa, dan Jawa. Rupa masjid yang hampir mirip kelenteng ini berlokasi di Jalan Gading 2. Dengan luasnya yang mencapai 321 m 2 , masjid ini mampu menampung 200 jamaah. Bentuknya yang tidak biasa dan nilai sejarah di dalamnya membuat para pelancong luar Surabaya sering mengunjungi masjid ini. Adapun pembangunan Masjid Cheng Hoo ditujukan untuk mengenang jasa Cheng Hoo yang telah berjasa dalam penyebaran agama Islam di Nusantara.
Museum 10 November
Museum 10 November merupakan salah satu kebanggan rakyat Surabaya atas keberanian arek-arek Surabaya dalam melawan tentara penjajah. Koleksi museum ini dibagi menjadi dua lantai. Lantai pertama berisikan patung-patung yang menjadi lambang atas semangat juang para pahlawan, sosio pidato Bung Tomo, ruang pemutaran film peristiwa 10 November 1945 dan ruang auditorium. Sementara di lantai dua, berisikan koleksi benda peninggalan Bung Tomo, foto-foto dokumenter, dan ruangan senjata. Ada juga ruangan diorama yang menyajikan urutan peristiwa 10 November 1945 yang lengkap dengan narasinya. Museum 10 November ini berlokasi di Jalan Pahlawan dan buka setiap hari mulai pukul 08.00 dan tutup pada pukul 16.00 WIB.
Museum House of Sampoerna
Pernah mengunjungi museum beraroma tembakau? House of Sampoerna, itulah dia. Museum House
of Sampoerna yang bergaya kolonial ini merupakan bangunan yang berfungsi ganda yaitu museum dan pabrik rokok Dji Sam Soe. Di museum ini, pengunjung bisa menyaksikan benda-benda peninggalan keluarga Liem Seeng Tee selaku pendiri Sampoerna, mesin cetak pertama, seragam yang dikenakan tim Marching Band Sampoerna saat tampil di California, sepeda tua Liem Seeng Tee yang dipakai saat pertama kali berkeliling Surabaya untuk menjajakan tembakau dan replika warung yang mewakili warung Liem Seeng Tee dulu. Untuk bisa merasakan aroma tembakau dan mengetahui sejarah panjang perusahaan Sampoerna hingga sebesar sekarang, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeser pun.
Monumen Kapal Selam
ikon surabaya monumen kapal selam, Monumen ini sangat sering dikunjungi oleh anak-anak. Di monumen ini, pengunjung bisa merasakan asyiknya berada di perut kapal selam apalagi bila dipandu oleh mantan awak kapal selam yang sangat berpengalaman mengarungi lautan. Kapal selam yang gagah ini merupakan KRI Pasopati 410 yang dulunya berperan dalam operasi pembebasan Irian Barat dan Perang Timor Timur. Hanya dengan membayar Rp 5000, pengunjung bisa menjelajahi isi kapal selam yang terdiri dari banyak ruangan seperti ruang torpedo, ruang kerja perwira, dan ruang pengoperasian kapal. Monumen Kapal Selam ini berlokasi di Jalan Pemuda 39.
Berikut beberapa ikon wisata Kota Pahlawan yang bisa anda jelajahi:
Jembatan Merah

Jembatan ini dibangun pada masa kolonial atas kesepakatan antara VOC dan Sultan Pakubuwono II. Jembatan merah merupakan saksi bisu perjuangan para pahlawan Surabaya. Di sekitarnya terdapat jalan-jalan kecil yang dihuni bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial. Mengunjungi Jembatan Merah akan menjadi wisata sejarah yang seru.
Jembatan Suramadu

Jembatan suramadu juga disebut sebagai ikon wisata surabaya. Sebelumnya hanya ada Jembatan Ampera yang berdiri megah di Kota Palembang. Namun kini Surabaya juga memiliki jembatan megah yang membentang dari Kota Surabaya hingga Madura bernama Jembatan Suramadu. Jembatan ini diresmikan pada tahun 2009 dan disebut-sebut sebagai jembatan terpanjang di Indonesia. Dari Jembatan Suramadu, kita bisa menyaksikan pemandangan indah Selat Madura. Untuk melewati jembatan ini, pengendara mobil dan motor dikenakan tarif yang berbeda. Jembatan Suramadu kini menjadi salah satu ikon Surabaya.
Ciputra Waterpark

Ikon surabaya, Arena permainan air Ciputra Waterpark Surabaya merupakan yang terbesar di Indonesia. Dengan luasnya yang mencapai 5 Ha, pengunjung akan terbuai dengan keasyikan menikmati tiga wahana favorit seperti Roc Tower, Syracuse Beach, dan Sirens River. Di Roc Tower, pengunjung bisa merasakan asyiknya meluncur dari ketinggian 15 meter dengan teriakan lepas dan gembira. Di Sirens River, pengunjung bisa merasakan asyiknya mengarungi sungai buatan dengan ban.
Masjid Cheng Hoo

Laksmana Cheng Hoo, seorang Muslim Tionghoa meninggalkan jejaknya di Masjid Cheng Ho yang tersebar di Palembang, Surabaya, dan Pasuruan. Masjid Cheng Hoo di Surabaya berasitektur Arab, Tionghoa, dan Jawa. Rupa masjid yang hampir mirip kelenteng ini berlokasi di Jalan Gading 2. Dengan luasnya yang mencapai 321 m 2 , masjid ini mampu menampung 200 jamaah. Bentuknya yang tidak biasa dan nilai sejarah di dalamnya membuat para pelancong luar Surabaya sering mengunjungi masjid ini. Adapun pembangunan Masjid Cheng Hoo ditujukan untuk mengenang jasa Cheng Hoo yang telah berjasa dalam penyebaran agama Islam di Nusantara.
Museum 10 November

Museum 10 November merupakan salah satu kebanggan rakyat Surabaya atas keberanian arek-arek Surabaya dalam melawan tentara penjajah. Koleksi museum ini dibagi menjadi dua lantai. Lantai pertama berisikan patung-patung yang menjadi lambang atas semangat juang para pahlawan, sosio pidato Bung Tomo, ruang pemutaran film peristiwa 10 November 1945 dan ruang auditorium. Sementara di lantai dua, berisikan koleksi benda peninggalan Bung Tomo, foto-foto dokumenter, dan ruangan senjata. Ada juga ruangan diorama yang menyajikan urutan peristiwa 10 November 1945 yang lengkap dengan narasinya. Museum 10 November ini berlokasi di Jalan Pahlawan dan buka setiap hari mulai pukul 08.00 dan tutup pada pukul 16.00 WIB.
Museum House of Sampoerna

Pernah mengunjungi museum beraroma tembakau? House of Sampoerna, itulah dia. Museum House
of Sampoerna yang bergaya kolonial ini merupakan bangunan yang berfungsi ganda yaitu museum dan pabrik rokok Dji Sam Soe. Di museum ini, pengunjung bisa menyaksikan benda-benda peninggalan keluarga Liem Seeng Tee selaku pendiri Sampoerna, mesin cetak pertama, seragam yang dikenakan tim Marching Band Sampoerna saat tampil di California, sepeda tua Liem Seeng Tee yang dipakai saat pertama kali berkeliling Surabaya untuk menjajakan tembakau dan replika warung yang mewakili warung Liem Seeng Tee dulu. Untuk bisa merasakan aroma tembakau dan mengetahui sejarah panjang perusahaan Sampoerna hingga sebesar sekarang, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeser pun.
Monumen Kapal Selam

ikon surabaya monumen kapal selam, Monumen ini sangat sering dikunjungi oleh anak-anak. Di monumen ini, pengunjung bisa merasakan asyiknya berada di perut kapal selam apalagi bila dipandu oleh mantan awak kapal selam yang sangat berpengalaman mengarungi lautan. Kapal selam yang gagah ini merupakan KRI Pasopati 410 yang dulunya berperan dalam operasi pembebasan Irian Barat dan Perang Timor Timur. Hanya dengan membayar Rp 5000, pengunjung bisa menjelajahi isi kapal selam yang terdiri dari banyak ruangan seperti ruang torpedo, ruang kerja perwira, dan ruang pengoperasian kapal. Monumen Kapal Selam ini berlokasi di Jalan Pemuda 39.
Kampung Wisata Dolly
04.57
2 comments
Kawasan Dolly yang dahulu terkenal sebagai tempatnya bisnis prostitusi terbesar di Asia Tenggara, kini telah berganti wajah menjadi Kampung Wisata Dolly. Peresmian Kampung Wisata Dolly ini berlangsung hari Minggu 21 Februari 2016 dan diresmikan langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Lokasi peresmian Kampung Wisata Dolly berpusat di depan Wisma Barbara yang telah dibeli oleh Pemkot Surabaya. Acara yang direncanakan dimulai pukul 10 pagi, sempat molor hampir 1 jam ini dihadiri oleh pejabat di kawasan setempat serta ratusan warga yang menyambut program pemerintah kota Surabaya ini. Terpasang layar LCD yang menggambarkan perkembangan kawasan Dolly pasca penutupan beberapa tahun yang lalu.
Acara peresmian ini disambut dengan gembira oleh warga kawasan Dolly, karena pasca penutupan lokasi ini memang sejumlah sumber penghasilan warga menghilang. Dan dengan adanya pencanangan ini, warga mengharapkan akan ada sumber penghasilan baru yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pembinaan keahlian bagi warga yang tinggal Kawasan Dolly sendiri sudah banyak digiatkan. Seperti kelompok pelaku UKM sepatu, batik, camilan dan tempe yang mulai berkembang. Bahkan sepatu produksi Dolly sudah menjadi tempat langganan beberapa pejabat Pemkot Surabaya.
Selain mengangkat kawasan Dolly melalui kegiatan UKM, ada juga kegiatan seni yang diharapkan ikut mengangkat wisata kampung Dolly. Di dinding beberapa gang, diberi gambar mural yang sudah dilukis oleh komunitas mural setempat. Bahkan dalam kesempatan tersebut, Walikota menuliskan “Kampung Wisata Cerita” dengan spidol besar untuk melengkapi lukisan mural yang sudah ada.
Tak kalah pentingnya adalah tukang becak di kampung wisata Dolly yang menjadi armada pengantar wisatawan keliling kampung. Sebanyak 30 tukang becak, diberi udeng yaitu topi khas Surabaya sebagai simbol bagian penting dari program ini.
Museum Kematian Surabaya
04.54
No comments
Kematian memang merupakan misteri dari Yang Maha Kuasa, namun manusia mempunyai cara dan istiadat tertentu dalam melakukan ritual kematian. Di Indonesia yang mempunyai beragam suku, ternyata juga mempunyai beragam cara dalam melakukan ritual penguburan bagi sang mayat. Hal inilah yang akhirnya melatar – belakangi Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Airlangga (Unair) Kota Surabaya mendirikan Museum Etnografi Kematian atau biasa di sebut juga sebagai Museum Kematian Surabaya.
Sebenarnya keberadaan Museum Kematian Surabaya ini sudah ada sejak 10 tahun yang lalu, hanya saja belum banyak masyarakat yang mengetahuinya. Kemungkinan hal ini di sebabkan karena lokasinya yang berada di dalam kampus, sehingga menyebabkan masyarakat sedikit enggan untuk mengunjunginya. Namun sejatinya Museum Kematian Surabaya ini terbuka untuk umum.
Di dalam Museum Kematian Surabaya ini tersaji tentang masyarakat, etnik, suku yang berkaitan dengan kematian dan mitos-mitos yang berkembang di dalamnya. Hal ini juga termasuk di sajikannya beberapa upacara adat yang ada di suku tertentu. Seperti yang di sajIkan secara gamblang di sini adalah Ritual Manene atau Ritual mayat berjalan cukup di kenal pada masyarakat Toraja, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini memang sudah di kenal hingga ke mancanegara, yaitu adanya mayat yang di bangkitkan dari kematian, lalu mayat tersebut berjalan sendiri ke kuburnya yang biasanya terletak di atas bukit atau gunung. Di sini anda akan dapat melihat replikanya yang di sertai dengan penjelasan tertulis mengenai Ritual manene tersebut.
Menurut Kepala Museum Kematian Surabaya, Toetik Koesbardiati, bahwasannya kematian bukanlah suatu perpisahan, di daerah tertentu bahkan ada masyarakat yang menggunakan bantal yang berasal dari tulang tengkorang kerabatnya yang telah meninggal .
Di Museum ini, selain di pajang mengenai Etnografi kematian, juga terdapat pula barang – barang kuno seperti gerabah, bebatuan dan fosil manusia dan binatang yangberasal dari jaman lampau, ada yang berusia hingga 3000 tahun. Lebih lanjut Toetik berharap keberadaan dadi Museum Kematian Surabaya ini akan menjadi wahana wisata dan belajar bagi masyarakat yang mengunjunginya.
Sumber
Sumber
Kuliner Khas Surabaya
04.44
2 comments
1. Kamu yang pengen menjajal kuliner khas Suroboyo, wajib banget mencicipi lezatnya Sate Klopo.
Seperti sate-sate lainnya, sate klopo pun terbuat dari daging dan bukannya kelapa yang dibikin sate lho. Bedanya, Sate Klopo juga mencampurkan jeroan dan lemak sapi. Selain itu, sate ini akan dilumuri parutan kelapa terlebih dahulu sebelum dibakar.Kamu bisa menemukan banyak penjaja Sate Klopo di Surabaya, tapi salah satu yang paling terkenal adalah warung Sate Klopo Ondomohen Bu Asih yang terletak di Jalan Walikota Mustajab no 36, Surabaya. Untuk mencicipi sate ini kamu perlu sedikit bersabar. Pasalnya meski terlihat sederhana, warung sate klopo yang satu ini tak pernah sepi pelanggan.
2. Nasi Goreng Jancuk gak boleh dilewatkan. Rasa pedas dan porsinya yang super besar pasti bakal bikin kamu ketagihan.
Saat berkunjung ke Surabaya, Nasi Goreng Jancuk adalah salah satu yang gak boleh kamu lewatkan. Nasi goreng ini terkenal karena porsinya yang luar biasa banyak dan rasa pedasnya yang maksimal. Kuliner ini cocok bagi banget buat kamu yang memang doyan makanan pedas. Satu porsi nasi goreng ini bisa dinikmati untuk 4 sampai 5 orang dengan harga sekitar 100-an saja.3. Nikmati juga segar dan gurihnya Soto Lamongan Cak Har yang konon paling terkenal di Surabaya.
Meski bukan makanan asli Surabaya, Soto Lamongan terbilang popule di Surabaya. Berbeda dengan soto-soto di Jawa Tengah yang biasanya berkuah bening, Soto Lamongan ini justru dimasak dengan santan sehingga rasanya lebih gurih dan kental. Salah satu yang paling terkenal adalah Soto Lamongan Cak Har yang ada di Jalan Ir. Soekarno, Surabaya.4. Semur daging berpadu dengan serundeng dan sambal terasi dapat kamu nikmati dalam seporsi Nasi Krawu ini!
Sayang banget kalau kamu datang ke Surabaya tanpa sempat menjajal penganan bernama Nasi Krawu ini. Berasal dari Gresik, Nasi Krawu merupakan perpaduan antara nasi putih yang pulen dengan semur daging, jeroan sapi, serundeng, dan sambal terasi.Nasi Krawu pas bila disantap saat sarapan. Nasi putih yang hangat berpadu dengan aneka lauk berbumbu gurih tentu akan memuaskan lidah dan perutmu. Jangan ragu untuk berkeliling kota Surabaya dan berburu kuliner yang satu ini, ya!
5. Berkunjung ke Surabaya gak lengkap rasanya tanpa mencicipi Rujak Cingur yang bahkan sudah terkenal di seantero Indonesia.
Ingat Surabaya pasti ingat kuliner unik Rujak Cingur. Yup! Rujak Cingur memang terbilang kuliner yang unik karena isiannya terdiri dari aneka sayur, buah-buahan, dan lontong yang disiram bumbu kacang dan petis. Keunikannya karena kuliner khas Surabaya ini juga menggunakan cingur alias hidung kerbau sebagai bahan utama. Nah kamu berani coba gak?6. Pengen menyantap kepiting saat di Surabaya? Langsung meluncur ke Warung Kepiting Cak Gundul saja!
Nama warung kepiting yang satu ini memang sudah tersohor. Pasalnya, Warung Kepiting Cak Gundul sudah ada di Surabaya sejak tahun 1992 dengan salah satu menu andalannya yaitu kepiting bumbu kare dan kepiting asam manis. Berlokasi di Jalan Kupang Indah, kamu juga bisa menyantap aneka makanan laut seperti kerang, ikan, udang dan cumi di warung ini.7. Meski tampilannya sederhana, Tahu Tek adalah salah satu kuliner yang jadi primadona di Surabaya.
Tahu Tek
Dari segi tampilan, kuliner rujak cingur boleh dibilang sederhana. Harga seporsinya pun terbilang murah karena dibanderol mulai dari 8 ribu saja. Tapi jangan salah, kuliner yang menjadi ciri khas kota Surabaya ini boleh dibilang sebagai primadona kuliner Surabaya lho!
8. Menu boleh sama, tapi soal rasa pastilah berbeda. Jangan lupa mampir ke Warung Bebek Tugu Pahlawan jika bertandang ke Surabaya.
Bebek Tugu Pahlawan
9. Nama Rawon Setan memang sudah terkenal karena kelezatannya yang maksimal.
Rawon setan
Di Surabaya sendiri, kuliner rawon sudah jadi buruan para wisatawan. Salah satu yang paling terkenal adalah Rawon Setan karena potongan daging sapinya berukuran besar dan teksturnya empuk ketika digigit. Kalau berkunjung ke Surabaya, pokoknya kamu wajib coba deh!
10. Seumur hidup sekali pastikan kamu pernah menyambangi Surabaya dan menyantap Lontong Balap-nya!
Lontong balap boleh dibilang sebagai ikon kuliner kota Surabaya. Dinamakan lontong balap karena konon penjualnya menggunakan pikulan untuk menjajakan dagangannya. Lantaran berat, si penjual akan berjalan dengan tergesa-gesa sehingga seolah-olah seperti sedang balapan. Terdiri dari potongan lontong, tahu goreng, lentho plus taoge yang melimpah dan kemudian disiram kuah – kuliner ini dijamin nikmat untuk disantap.11. Tahu Campur bisa jadi pilihan kuliner khas Surabaya nan lezat tapi gak bikin kantungmu sekarat.
Hampir mirip dengan lontong balap tadi, Surabaya juga punya kuliner lain bernama Tahu Campur. Bedanya, kudapan ini terdiri dari daging sapi, perkedel, tahu goreng, dan selada. Salah satu yang jadi rekomendasi adalah tahu campur di Jalan Kalasan No 22 Tambak Sari. Cukup dengan 8 ribu saja, kamu sudah bisa menjajal lezatnya Tahu Campur khas Surabaya.12. Saat rasa lapar menyerang di malam hari, sambangi saja Warung Nasi Cumi Jalan Waspada ini.
Salah satu yang jadi daya tarik wisatawan adalah kuliner malam di Surabaya. Dari mulai bubur ayam hingga nasi goreng pun ada di sepanjang jalan-jalan protokol kota Surabaya. Dan salah satu yang layak dijajal adalah Warung Nasi Cumi di Jalan Waspada atau dikenal juga dengan Warung Nasi Cumi depan Pasar Atom.Ada tiga macam menu nasi cumi yang ditawarkan disini, yaitu nasi cumi peyek, nasi campur dan nasi komplit. Jangan lihat tampilannya yang memang kurang menarik, tapi rasakan saja kelezatannya. Harga makanan di sini juga terbilang murah karena dibanderol mulai harga 15 ribuan saja.
13. Walaupun sudah hampir punah, Pecel Semanggi jadi kuliner khas Surabaya yang wajib kamu cicipi.
Semanggi adalah jenis tanaman yang daunnya bisa dimakan. Sama halnya seperti kangkung, bayam, daun pepaya, dan dedaunan lain yang biasa dimasak sayur. Semanggi di Surabaya dan beberapa daerah di Jawa Timur lainnya biasanya diolah menjadi pecel. Sayangnya, penjual Pecel Semanggi di Surabaya kini sudah semakin jarang sehingga kuliner yang satu ini dikhawatirkan akan punah.14. Puas dengan berbagai santapan mengenyangkan, saatnya menikmati Es Krim Zangrandi yang menyegarkan.
Bagi kamu yang gemar menyantap es krim, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi es krim Zangrandi yang sudah melegenda di Surabaya. Gak cuma cita rasa es krimnya yang mewah, tempatnya pun juga nyaman buat nongkrong. Outlet es krim Zangrandi ini berada di Jalan Yos Sudarso dan sudah berdiri sejak 1933. Sampai sekarang tempat ini juga masih mempertahankan suasana restoran yang klasik dan otentik.15. Khusus buat kamu yang bingung menentukan tujuan, Pakuwon Food Festival bisa jadi pilihan berburu kuliner khas Suroboyonan!
Nah buat kamu yang bingung saat menjelajah kota Surabaya untuk berburu kulinernya, bisa juga kok langsung menuju satu tempat bernama Pakuwon Food Festival. Di tempat ini sudah tersedia beragam jajanan dan kuliner khas Surabaya. Kamu bisa mengunjunginya saat malam hari dan menikmati kuliner di tempat ini akan terasa spesial karena diiringi alunan musik dan tempatnya yang nyaman.Surabaya memang juara untuk urusan kulinernya. Saat liburan nanti, sempatkan untuk berkunjung ke kota ini demi memuaskan lidah dan perutmu, ya! Pokoke wuenak pol iki rek!
Sumber







